UIN AMSA Terus Dipantau dan Dievaluasi

577

Katamaluku.com-Ambon: Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Abdul Muthalib Sangadji (AMSA), Abidin Wakano memastikan perubahan status kampus tidak merubah stuktur interal kelembagaan. 

"Peralihan Status IAIN Ambon menjadi UIN, mekanisme tidak ada perubahan struktur internal. Kita sedang menunggu statutanya, karena semuanya masih eksisting. Kita tetap berjalan dengan kondisi yang ada saat ini sehingga diusahakan untuk penambahan Fakultas dan Jurusan," Kata Wakano saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (2/6).

Peningkatan Lembaga Pendidikan Agama Islam di Maluku tersebut, mengharuskan Rektor dan jajaran harus terus berpacu menghadirkan pelayanan dan iklim akademik yang berkualitas. Selain itu, status UIN juga dikaitkan dengan sistem dan manajemen Badan Layanan Umum (BLU) yang merupakan pengelolaan keuangan dan asetnya kampus.

Tapi bagi Rektor, BLU merupakan ketentuan negara. Abdinin menjelaskan, transisi mekanisme pengelolaan keuangan dan asset dari IAIN ke UIN selama dua tahun.

"Terkait penerapan BLU dikembalikan kepada ketentuan Negara sebab akan ada masa transisi selama dua tahun, dan akan dilihat kemampuan dari setiap UIN yang ada, apakah sudah siap untuk beralih ke BLU atau belum," jelas Abidin. 

Abidin mengingatkan jika UIN AMSA akan tetap di pantau dan evaluasi dari lembaga negara yang memiliki kewenangan dalam perbaikan yang lebih baik

"UIN Akan tetap di pantau dan di evaluasi, baik dari sisi akreditasi, inspektorat, dan lembaga negara lain yang memiliki kewenangan, itu sudah sewajarnya, demi menuju kampus yang lebih baik," ingatnya.

Wakano menambahkan, terkait penyatan AMSA sebagai nama UIN yang sempat dipolemikkan beberapa kalangan, Rektor meminta agar semua bisa mengakui dan menerima keputusan negara.

"Yang pertama, kita bersyukur sebab kita sudah beralih dari IAIN menjadi UIN. Nama kampus tertuang dalam Perpres yakni AM Sangadji, itu yang sudah di akui negara dan saya hanya menerima sesuatu yang sudah ada," tegas Abidin.

Dirinya menilai, nama Imam Rijali akan di kenang sebagai Ulama besar Maluku dari Abad 17 di kampus ini, dan akan tetap di pakai untuk Masjid. 

"Nama tokoh besar seperti Imam Rijali, kita akan minta kepada ahli warisnya untuk di jadikan sebagai nama masjid di kampus ini. Imam Rijali adalah Ulama besar Maluku yang ada pada Abad ke 17, bukunya yakni, hikayat tanah Hitu," kata Abidin.

Dia menambahkan, dalam usaha pengembangan UIN AMSA ke depan membutuhkan keterlibatan semua elemen 

"Untuk pengembangan akademik selain civitas akademika, peran Alumni sangat penting dalam mendukung hal tersebut," tutupnya. (KM-A1)