-
Discover
-
Spotlight
- Jelajahi Orang
Katamaluku.com 2026
Katamaluku.com-Ambon: Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) membuat warga menjadi was-was dan cemas. Ancaman kobaran api yang bisa menghanguskan lahan, tanaman bahkan menimbulkan polusi asap bagi warga masyarakat itu, harus mendapat perhatian serius dari pemangku kepentingan di daerah, termasuk di Provinsi Maluku.
Tokoh Pemuda Maluku, asal Seram Utara Barat, Masyhuri Maswatu melalui pesan WhatsApp (WA) kepada Redaksi Katamaluku.com menegaskan jika hingga kini masyarakat di pesisir Kecamatan Seram Utara Barat, Kabupaten Maluku Tengah mulai dari Saleman, Horale, Wailulu sampai SP2, bergotong-royong berupaya memadamkan api di Desa Wailulu dan Unit Pelaksana Teknis Satuan Pemukiman (UPT SP2) Waitihisa pada wilayah administrasi Desa Horale.
"Sekarang ini, masyarat yang ada di pesisir seram utara barat secara gotong royong membantu memadamkan titik api di wilayah tersebut," tegas Masyhuri, Minggu (23/8).
Masyhuri mengaku, dukungan pemerintah daerah baik ditingkat kabupaten maupun provinsi Maluku untuk turun bersama warga masyarakat guna memadamkan api yang telah melahap sejumlah lahawan dan kawasan pertanian milik warga masyarakat.
"Masyarakat sangat membutuhkan perhatian serius pemerintah untuk penanganan kebakaran. Pemerintah daerah harus bisa berkoordinasi untuk menangani persoalan ini. Jangan biarkan rakyat sendiri yang berjuang atas musibah kebakaran ini," akui dia.
Masyhuri mengatakan, kerja keras masyarakat untuk terus berupaya memadamkan kobaran api dilakukan untuk melindungi kawasan hutan produktif yang menjadi lahan pertanian mereka. Bukan itu saja, dikhawatirkan kobaran api terus meluas dan memberikan dampak negatif terhadap masyarakat disana.
"Masyarakat bersusah paya untuk memadamkan kobaran api, jangan sampai ada stigma bahwa negara justeru jauh dari masyarakat saat bencana Karhutla. Masyarakat sangat membutuhkan kehadiran pemerintah melalui koordinasi penangan bencana kebakaran," kata dia.
Masyarakat lanjut Masyhuri masih sigap di beberapa titik kobaran api. Di wilayah Saleman dan Horale, lanjut Masyhuri, masyarakat sampai malam ini sedang berjaga jaga untuk memadamkan titik api. Ini dilakukan untuk memastikan agar kobaran api tidak meluas dan titik-titik api bisa terus dipantau untuk diatasi.
"Masyarakat masih berada pada titik-titik api. Mereka terus waspada agar tidak ada lagi kobaran api yang bisa merusak lahan perkebunan mereka," upcanya.
Apalagi, lanjut Masyhuri saat mendapat informasi dari warga di Kecamatan Seram Utara Barat jika titik api telah ada sejak sepekan terakhir, namun, karena kondisi sumber air yang relatif jauh membutuhkan waktu yang cukup lama untuk bisa memadamkan api. (KM-R4)