Bupati Maluku Tenggara, M Thahir Hanubun bersama siswa penerima MBG

Stunting di Malra 2026 Turun 12,07 Persen, Lampaui Target Nasional

87

Katamaluku.com-Langgur: Angka prevalensi stunting di Kabupaten Maluku Tenggara turun secara signifikan mencapai 12,07 persen pada Mei 2026. Penurunan angka tersebut mencapai target rata-rata nasional sebesar 14,2 persen.

Muhsin Rahayaan, Kepala Dinas Kesehatan Maluku Tenggara (Malra) mengaku, penurunan angka stunting di Malra merupakan hasil kolaborasi lintas sektor melalui berbagai intervensi kesehatan yang dilakukan secara berkelanjutan.

“Proses stunting anak tidak terjadi secara tiba-tiba. Tetapi gejalanya mulai dari berat badan tidak naik, gizi kurang hingga gizi buruk. Untuk menekan angka prevelensi tersebut, maka kami mencegah faktor-faktor tersebut,” akui Muhsin, Rabu (20/5).

Menurutnya, Pemerintah daerah (Pemda) Malra fokus untuk melakukan tindakan preventif sejak dini. Hal itu dalam upaya mewujudkan visi pembentukkan generasi sehat Maluku Tenggara.

"Pemerintah daerah fokus untuk melakukan pencegahan sejak dini, terkait dengan pertumbuhan anak agar tidak terganggu," tuturnya. 

Percepatan penurunan stunting, jelas Muhsin, dilakukan melalui pemberian makanan tambahan berbasis pangan lokal, distribusi tablet tambah darah bagi remaja putri dan ibu hamil, serta edukasi kesehatan kepada masyarakat.

"Program pemerintah untuk penurunan stunting dengan pemberian makanan tambahan berbasis pangan lokal, distribusi tablet tambahan darah bagi remaja putri dan ibu hamil. Ini kami lakukan agar menjadi pencegahan dan serta melakukan edukasi kepada masyarakat terkait dengan stunting," jelas Muhsin.

Muhsin mengatakan, program MBG ikut memperkuat penurunan angka stunting di Malra. Program tersebut, papar dia, tidak hanya menyasar anak sekolah, tetapi juga balita, ibu hamil, dan ibu menyusui.

“Ini menjadi penguat upaya percepatan penurunan stunting di Maluku Tenggara,” paparnya.

Di Kawasan Kei Kecil terdapat 3 dapur MBG yang telah beroperasi dan ditargetkan menjadi 39 dapur pada 2026 untuk menjangkau wilayah terpencil. Disis lain, Pemda Malra terlah menetapkan tiga wilayah di Kei Besar sebagai lokus prioritas penanganan stunting tahun 2026, yakni Ohoi Yam Timur, Banda Ely Rahan, dan Ohoi Mun.

Selain itu, Pemkab Malra juga mencatat capaian positif melalui Program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Sesuai data yang dimiliki Dinas Kesehatan, hingga Mei 2026, lebih dari 29 ribu warga atau sekitar 32 persen dari total penduduk telah memanfaatkan layanan tersebut.

Capaian itu menempatkan Kabupaten Maluku Tenggara sebagai daerah dengan realisasi Program CKG tertinggi di Provinsi Maluku.

Muhsin menjelaskan, program yang berjalan sejak Februari 2025 itu menjadi bagian dari transformasi pelayanan kesehatan dengan pendekatan promotif dan preventif. Layanan dasar masyarakat itu, bisa diakses baik peserta BPJS Kesehatan maupun nonpeserta. 

“Dulu orang datang ke fasilitas kesehatan ketika sakit. Sekarang kita ingin masyarakat sehat datang untuk mencegah penyakit sebelum terlambat,” ujarnya. (KM-A1)