Outline lomba essay

Relevansi Indonesia Menggugat Jadi Tema Lomba Essay BBHAR PDI Perjuangan

5

Katamaluku.com–Ambon: Bagi Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan, Juni dalam kalender Masehi menjadi bulan refleksi Bung Karno.

Sambug Bulan Bung Karno 2026 Badan Bantuan Hukum dan Advokasi Rakyat (BBHAR) Pusat PDI- Perjuangan mengajukan “Relevansi Indonesia Menggugat” tema lomba Essai bagi mahasiswa dan lulusan fakultas hukum dengan batas usia maksimal 30 tahun.

Kepala Badan Bantuan Hukum dan Advokasi Rakyat (BBHAR) PDI Perjuangan Daerah Maluku, Ali M. Basri Salampessy menegaskan, tema yang diangkat memiliki makna strategis dalam membangun kesadaran hukum dan semangat kebangsaan di kalangan generasi muda.

Menurut Ali, “Indonesia Menggugat” bukan hanya sebuah dokumen sejarah yang lahir dari pidato pembelaan Bung Karno pada masa kolonial, tetapi juga merupakan simbol keberanian intelektual dalam melawan ketidakadilan dan memperjuangkan kepentingan rakyat.

“Tema ini sangat relevan dengan kondisi bangsa saat ini. Indonesia membutuhkan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki keberanian moral untuk mengkritisi persoalan sosial, hukum, dan kebangsaan dengan gagasan yang konstruktif,” tegas Ali kepada media (2/6).

Sebagai advokat, Ali menyebut,  semangat perjuangan Bung Karno harus dimaknai dalam konteks kekinian. Bagi dia, jika dahulu Bung Karno menggugat kolonialisme, maka saat ini generasi muda dituntut untuk berani menggugat berbagai persoalan yang menghambat terwujudnya keadilan sosial, supremasi hukum, dan kesejahteraan rakyat.

"Dulu Bung Karno menggugat kolonalisme dan imprealisme asing. Saat ini, generasi muda dituntut untuk menggugat berbagai persoalan yang menghambat terwujudnya keadilan sosial, supremasi hukum dan kesejahteraan rakyat," sebut dia. 

Ia menilai, tantangan yang dihadapi bangsa, mulai dari ketimpangan sosial, persoalan akses keadilan, konflik sumber daya alam, hingga berbagai dinamika penegakan hukum, membutuhkan keterlibatan aktif kaum intelektual muda melalui pemikiran dan karya ilmiah yang berkualitas.

“Perjuangan hari ini tidak selalu dilakukan di jalanan atau melalui konfrontasi. Perjuangan dapat dilakukan melalui tulisan, argumentasi hukum, riset akademik, dan gagasan-gagasan yang mampu memberikan solusi bagi masyarakat,” katanya.

Ali juga mengapresiasi langkah BBHAR Pusat PDI Perjuangan yang menghadirkan ruang kompetisi intelektual bagi mahasiswa hukum di seluruh Indonesia. Menurutnya, lomba esai tersebut menjadi wadah yang tepat untuk melahirkan generasi pemikir yang memiliki kepedulian terhadap persoalan bangsa.

“Melalui kegiatan ini, mahasiswa hukum diajak untuk tidak sekadar mempelajari hukum sebagai kumpulan norma, tetapi memahami hukum sebagai instrumen perjuangan untuk menghadirkan keadilan bagi rakyat,” apresiasinya.

Lebih lanjut, Ali mengajak mahasiswa dan lulusan fakultas hukum di Indonesia untuk memanfaatkan momentum Bulan Bung Karno sebagai ruang pengabdian intelektual dan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa.

“Jangan jadikan lomba ini hanya sebagai kompetisi semata. Jadikan ini sebagai kesempatan untuk menyampaikan gagasan terbaik demi masa depan Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan berkeadaban,” ajak dia.

Diketahui, Lomba Esai Bulan Bung Karno 2026 akan berlangsung sepanjang bulan Juni 2026. Peserta diwajibkan mengirimkan karya orisinal bertema “Relevansi Indonesia Menggugat” dengan panjang tulisan 1.500 hingga 2.000 kata. Tiga peserta terbaik akan memperoleh beasiswa Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA) serta pelantikan advokat.

Ali berharap kegiatan tersebut dapat melahirkan generasi muda yang tidak hanya memahami hukum secara teoritis, tetapi juga memiliki keberanian untuk memperjuangkan nilai-nilai keadilan sebagaimana yang dicita-citakan Bung Karno.

“Bangsa ini membutuhkan lebih banyak anak muda yang berani berpikir kritis, berani menyampaikan kebenaran, dan berani berdiri bersama rakyat. Itulah semangat Indonesia Menggugat yang harus terus hidup,” tutupnya. (KM-A1)