Humas Pertamina Patra Niaga Regional 8 Papua Maluku, Ispiani Abbas saat menghadiri undangan Komisi II DPRD Maluku

RDP Bersama Pertamina, Komisi II DPRD Maluku Pastikan BBM Aman 20 Hari Kedepan

55

Katamaluku.com–Ambon: Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Maluku memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di wilayah Maluku dalam kondisi aman di tengah isu kelangkaan yang sempat memicu kepanikan publik.

Klaim ini disampaikan usai rapat dengar pendapat (RDP) Komisi II DPRD bersama Pertamina dan pemangku kepentingan terkait, Rabu, (1/4).

Ketua Komisi II DPRD Maluku, Irawadi menegaskan, stok BBM untuk seluruh jenis produk masih mencukupi setidaknya untuk 20 hari ke depan.

"Kesimpulannya, stok aman. Tidak ada kelangkaan," kata Irawadi.

Irawadi menilai fenomena antrean panjang ini tidak mencerminkan krisis pasokan, melainkan lonjakan konsumsi yang dipicu kombinasi faktor musiman dan psikologis.

"Pasca libur panjang, aktivitas perkantoran dan sekolah kembali normal, mendorong peningkatan kebutuhan BBM secara serentak," ungkapnya

Menurutnya, situasi ini diperparah oleh beredarnya isu kenaikan harga yang belum terkonfirmasi, sehingga memicu pembelian berlebih.

"Kalau kelangkaan itu berarti tidak ada barang. Faktanya BBM tersedia, hanya terjadi antrean karena lonjakan permintaan dan isu yang berkembang," tuturnya 

Menurutnya, dari sisi distribusi, DPRD memastikan pasokan dari Terminal BBM Wayame tetap berjalan normal tanpa hambatan signifikan. Untuk meredam antrean, Pertamina mengambil langkah taktis dengan memperpanjang jam distribusi hingga malam hari dan membuka layanan lebih awal.

"Ini bentuk respons cepat untuk menjaga kelancaran suplai di tengah lonjakan permintaan," jelasnya 

DPRD juga menyebut belum menemukan indikasi penimbunan BBM, meski pengawasan akan tetap diperketat dengan melibatkan aparat penegak hukum dan instansi teknis.

Senada, Humas Pertamina Patra Niaga Regional 8 Papua Maluku, Ispiani Abbas menilai, antrean yang terjadi lebih dipicu panic buying akibat informasi yang tidak terverifikasi, terutama di media sosial.

"Sampai hari ini tidak ada kebijakan kenaikan harga BBM Jika ada perubahan, pasti diumumkan secara resmi," jelas Abbas

Menurutnya,  stok BBM di wilayah Maluku, khususnya Ambon, berada dalam kondisi cukup dan didukung sistem distribusi yang bersifat dinamis.

"Stok 20 hari itu bukan berarti akan habis. Suplai terus masuk dan disalurkan," ungkapnya

Dirinya menegaskan Pertamina juga mencatat perubahan perilaku masyarakat sebagai faktor yang memperpanjang antrean. 

"Jika sebelumnya pembelian dilakukan saat BBM hampir habis, kini banyak warga mengisi lebih awal bahkan dalam jumlah kecil namun tetap masuk antrean," ucapnya 

Fenomena ini dinilai memperbesar tekanan di tingkat distribusi ritel, meski pasokan secara keseluruhan mencukupi.

DPRD dan Pertamina mengimbau masyarakat untuk tidak terpengaruh isu yang belum jelas sumbernya. Pembelian BBM diminta dilakukan secara wajar guna menjaga stabilitas distribusi.

Di tengah derasnya arus informasi, pemerintah daerah dan operator energi menekankan pentingnya rujukan pada sumber resmi agar tidak terjadi kepanikan yang justru memperparah kondisi di lapangan. (KM-R4)