-
Discover
-
Spotlight
- Jelajahi Orang
Katamaluku.com 2026






Katamaluku.com–Tiakur: Serap Aspirasi (Reses) Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Maluku, Yan Zamora Noach ke Kecamatan Babar Timur, Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), mengungkap potret ketertinggalan pelayanan dasar di wilayah kepulauan tersebut.
Yan menyebut, dalam kegiatan Reses yang menjakau tiga desa untuk mendengar aspirasi dan masukan langsung dari masyarakat. Problem mendasar mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga infrastruktur dan transportasi yang hingga kini belum tertangani secara optimal. Pelayanan dasar menjadi persoalan paling dominan yang belum bisa memperoleh kebijakan serius dan afirmatif pemerintah.
"Ini bukan sekadar permintaan, tetapi kebutuhan dasar masyarakat yang harus segera dijawab," jelas Yan saat di Wawancarai di Gedung DPRD Maluku. Kamis, (2/4)
Politisi PDI Perjuangan itu menegaskan, pada sektor pendidikan, masyarakat menyoroti keterbatasan sarana yang berdampak langsung pada kualitas pembelajaran. Kekurangan ruang kelas di SMA Negeri 1 Maluku Barat Daya menjadi keluhan utama.
Selain itu, warga mengusulkan pembangunan pagar di SMA Negeri 1 dan SMA Negeri 3 guna menjamin keamanan lingkungan sekolah. Rehabilitasi SMK PGRI Ahapari serta peningkatan statusnya menjadi sekolah negeri juga masuk dalam daftar prioritas.
Kondisi ini memperlihatkan bahwa akses pendidikan layak di wilayah tersebut masih jauh dari standar. Layanan Kesehatan Terbatas, Puskesmas Belum Optimal Persoalan serupa juga terjadi di sektor kesehatan. Minimnya fasilitas di puskesmas menjadi sorotan utama warga.
Politisi PDIP itu menyampaikan, Masyarakat mengusulkan pengadaan alat kesehatan, mobil ambulans, serta penambahan tenaga dokter. Kebutuhan pembangunan ruang rawat inap baru juga dinilai mendesak, mengingat fasilitas yang ada belum mampu menampung kebutuhan pelayanan.
"Di sektor ekonomi, warga mengeluhkan keterbatasan kapasitas Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), baik dari sisi usaha maupun sumber daya manusia," ungkapnya
Menurutnya, Pelatihan berkelanjutan dan penyederhanaan regulasi dinilai penting untuk mendorong koperasi berkembang. Sementara itu, petani menghadapi keterbatasan alat produksi. Usulan bantuan hand traktor, traktor mini, serta pembangunan jalan usaha tani menjadi prioritas untuk meningkatkan produktivitas.
"Di sektor perikanan, nelayan meminta dukungan berupa perahu fiber berukuran 1,5 GT dan mesin ketinting. Padahal, wilayah Babar Timur dikenal memiliki potensi laut yang besar, namun belum ditopang sarana memadai," katanya
Dirinya menjelaskan, Infrastruktur dan Transportasi Jadi Kunci Pembuka Isolasi. Aksesibilitas masih menjadi persoalan krusial. Warga mendesak percepatan pembangunan ruas jalan provinsi yang menghubungkan Letwurung hingga Tepa.
"Selain itu, evaluasi trayek kapal perintis juga diminta karena belum menjangkau seluruh wilayah secara optimal, sehingga menghambat mobilitas masyarakat dan distribusi logistik," ungkapnya
Zamora menegaskan, Dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG), masyarakat mengusulkan pembangunan dapur sehat. Mereka juga mendorong agar bahan pangan dipasok dari masyarakat lokal guna menciptakan efek berganda bagi perekonomian desa.
"Program ini harus memberi manfaat gandabmeningkatkan gizi sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat," tegasnya
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Noach menegaskan komitmennya untuk membawa seluruh usulan ke dalam pembahasan DPRD Provinsi Maluku.
"Aspirasi ini akan kami kawal karena menyangkut kebutuhan dasar dan masa depan masyarakat kepulauan," tutupnya
tumpukan persoalan yang mencuat dalam reses ini sekaligus menegaskan pekerjaan rumah besar pemerintah daerah, memastikan pembangunan tidak lagi tertinggal di wilayah terluar, yang hingga kini masih berjuang memenuhi kebutuhan paling mendasar. (KM-R4)