Aksi Tanam Pohon DPD PDI Perjuangan menjadi komitmen politik hijau dan tanggung jawab politik partai kepada rakyat dalam merawat pertiwi.

Politik Hijau PDI Perjuangan Maluku, Cara Merawat 'Pertiwi' untuk Rakyat

103

Katamaluku.com–Ambon: Deforestasi dan izin perambatan hutan menjadi ancaman serius atas kedaulatan ekologis bagi masyarakat. Dampaknya tak main-main, selain bencana alam yang menghantui masyarakat, keseimbangan habitus juga ikut terancam hilang.

Fakta empiris bencana Sumatera 2025, menjadi catatan kelam bagi tanah Air. Ketika hutan mulai dirambah untuk kepentingan investasi tanpa memikirkan dampak masa depan bagi rakyat. Padahal, tanah, air dan segala sumber daya alam yang terkandung didalamnya dipergunakan untuk hajat hidup masyarakat. Hal itu menjadi sosio-philosophy UUD 1945.

Aksi Jaga Bumi; Merawat Pertiwi Demi Kedaulatan Rakyat yang dilakukan DPD PDI Perjuangan Provinsi Maluku secara serentak di 11 kabupaten/kota menjadi rangkaian dari HUT Partai dan juga Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri.

Gerakan politik hijau itu dibuka Benhur G Watubun yang dihadiri fungsionaris DPD PDI Perjuangan, DPC PDI Perjuangan Kota Ambon dan PAC PDI Perjuangan Kecamatan Sirimau di Kopertis, Sabtu (14/2).

Dihadapan kader Marhaen, Benhur menegaskan, aksi Rawat Pertiwi bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bentuk pertanggung jawaban politik kepada rakyat dan lingkungan.

"Kita hari ini melaksanakan satu kegiatan yang sederhana namun berpengaruh luas. Hari ini di provinsi Maluku PDI Perjuangan melaksanakan secara keseluruhan melaksanakan penanaman 1100 Pohon di seluruh Kabupaten Kota sebagai bentuk pertanggung jawaban kita kepada Rakyat," tegas Benhur.

Menurutnya, gerakan ini merupakan refleksi dari semangat Merawat Pertiwi yang bermakna menjaga bumi demi keberlanjutan kehidupan.

"Merawat Pertiwi itu artinya kita telah menjaga bumi supaya keberlangsungan dunia ini tetap berlanjut, kita bisa mencegah banjir, kita cegah bencana, yang berlebihan karena, Bumi ini pada bagian-bagian tertentu di rusaki oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab," jelasnya.

Dalam pernyataannya, Benhur juga menyinggung adanya kemungkinan praktik-praktik yang merusak lingkungan, termasuk kebijakan yang dinilai tidak tepat dalam pemberian izin.

"Bisa saja ada kegiatan-kegiatan ilegal, bisa saja pemerintah juga terlibat di dalam proses ini karena memberi ijin yang tidak tepat, karena itu didalam memperingati hari ulang tahun ke 53 dan Hari ulang tahun Ibu Ketua Umum yang ke 79, kita melakukan aksi penanaman sebagai komitmen merawat pertiwi," ucap Benhur.

Dirinya menekankan, momentum peringatan Hari Ulang Tahun ke-53 PDI Perjuangan dan Hari Ulang Tahun ke-79 Ketua Umum Megawati Soekarnoputri harus dimaknai sebagai penguatan komitmen politik hijau dan kedaulatan rakyat.

"Karena itu, PDI Perjuangan menegaskan untuk mendukung kedaulatan Rakyat dan menjunjung tinggi politik hijau sebagai bentuk pertanggung jawaban kita sebagai rakyat dan masyarakat," ungkapnya

Watubun menegaskan bahwa menjaga ekosistem merupakan strategi paling rasional dan mendesak di tengah ancaman kerusakan lingkungan.

"Merawat Pertiwi adalah adalah pilihan yang paling strategis. Yang harus kita lakukan untuk menjaga setiap ekosistem supaya Dia terawat dengan baik baik manusianya baik mahluk hidup demi kelangsungan kita semua," tegasnya.

Pada tahap pertama, sebanyak 79 pohon ditanam sebagai simbol usia Ketua Umum PDI Perjuangan. Ia berharap gerakan ini mampu menggerakkan kesadaran publik secara berkelanjutan.

"Kami berharap kegiatan hari ini memberi kesan positif untuk kita semua, dan memantik dan memotivasi masyarakat untuk terus-menerus merawat lingkungan, pada hari ini kita menanam tahapan pertama 79 pohon untuk Ibu Megawati sebagai Ketua Umum. Selanjutnya kita tanam sebagai bentuk pertanggung jawaban kita untuk melihat dan merawat Bumi, dan juga lingkungan dimana kita berdiri," harapnya.

Menutup pernyataannya, Watubun mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga kekayaan alam sebagai amanat konstitusi dan tanggung jawab bersama.

"Semoga kita tetap menjunjung tinggi, Bumi, Air, dan Kekayaan Alam yang ada didalamnya, sebagai bentuk merawat dan memeliharannya untuk semua orang mengambil bagian dalam kehidupan di alam semesta," tutupnya

Sebelumnya, PDI Perjuangan telah melakukan penanaman pohon di sejumlah titik di Maluku, antara lain Negeri Asilulu, STAIN Ambon, Latuhalat, dan Air Lou, sebagai bagian dari rangkaian gerakan lingkungan yang berkelanjutan di wilayah tersebut. (KM-R4)