-
Discover
-
Spotlight
- Jelajahi Orang
Katamaluku.com 2026






Katamaluku.com–Namlea: Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kabupaten Buru memberikan dukungan penuh terhadap langkah Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) dalam menertibkan aktivitas pertambangan tanpa izin (PETI) di kawasan Gunung Botak.
Dukungan tersebut disampaikan kepada Satgas PKH disampaikan Ketua Umum PC PMII Buru, M. Idrus Barges.
Berges menyebut, dukungan bentuk komitmen pemuda dalam mendorong percepatan pembangunan daerah sekaligus memastikan pengelolaan sumber daya alam berjalan sesuai ketentuan hukum, Senin, (27/4).
"Penertiban ini penting untuk menata kembali aktivitas pertambangan di Gunung Botak agar lebih tertib, legal, dan memberi dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat," ungkap Barges
Dirinya menilai penertiban PETI di Gunung Botak tidak semata berorientasi pada penegakan hukum, tetapi juga menjadi langkah strategis dalam membuka ruang pengelolaan sumber daya alam yang lebih berkelanjutan dan berkeadilan.
"Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mendukung. Ini harus menjadi titik awal perubahan menuju pengelolaan yang lebih baik, yang mampu menciptakan lapangan kerja layak dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Buru," jelasnya
Satgas PKH merupakan tim lintas sektor yang dibentuk berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 5 Tahun 2025, dengan mandat menertibkan penggunaan kawasan hutan dari berbagai aktivitas ilegal, termasuk pertambangan tanpa izin.
Barges menegaskan, penertiban PETI di Gunung Botak tidak semata berorientasi pada penegakan hukum, tetapi juga menjadi langkah strategis dalam membuka ruang pengelolaan sumber daya alam yang lebih berkelanjutan dan berkeadilan.
"PETI selama ini telah menimbulkan berbagai persoalan serius, mulai dari kerusakan lingkungan, potensi konflik sosial, hingga hilangnya potensi pendapatan daerah," tegasnya
Ia menambahkan, keberhasilan penertiban sangat bergantung pada partisipasi aktif masyarakat, khususnya dalam menjaga keamanan dan ketertiban selama proses berlangsung.
"Melalui langkah ini, PC PMII Buru berharap kawasan Gunung Botak dapat ditata secara menyeluruh, dengan sejumlah capaian utama, yakni pemulihan lingkungan, tumbuhnya aktivitas ekonomi legal dan berkelanjutan, dapam meningkatnya minat investasi sehat, serta terdongkraknya kesejahteraan masyarakat," tutupnya
PC PMII Buru juga menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan Satgas PKH, aparat keamanan, dan seluruh pemangku kepentingan guna memastikan proses penertiban berjalan efektif, humanis, dan berdampak jangka panjang.
Operasi penertiban dipimpin Mayjen TNI Dodi Triwinarto selaku Komandan Satgas PKH (Kosatgas PKH). Kegiatan dijadwalkan berlangsung selama 14 hari, mulai 27 April hingga 10 Mei 2026.
Dengan dukungan seluruh elemen, penataan Gunung Botak diharapkan menjadi fondasi penting bagi pembangunan Kabupaten Buru yang berkelanjutan dan berorientasi pada kesejahteraan rakyat. (KM-R4)