Dok. Kawasan Tambang Gunung Botak, Pulau Buru

PMII Buru; Issu Pungli di GB Sengaja Dimainkan untuk Benturkan TNI dan Rakyat!

6

Katamaluku.com–Namlea: Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Buru memastikan, keberadaan personil Tentara Nasional Indonesia (TNI) Kodim 1506/Namlea di kawasan Pertambangan Rakyat Gunung Botak dalam menjalankan misi pengamanan dan penertiban yang merupakan hasil konsensus bersama Gubernur, Pangdam dan Kapolda Maluku beberapa waktu lalu.

Meski begitu, kehadiran personil TNI di GB, tak membuat sebagian pihak merasa nyaman. Hal itu memicu berbagai spekulasi dan pembentukan opinu negative untuk mencoreng citra institusi TNI. 

Beredarnya issu dugaan Pungutan Liar (Pungli) personio TNI di Gunung Botak beberapa waktu lalu, sontak menimbulkan rekasi dari berbagai elemen sipil. Baik OKP, Tokoh pemuda sampai para penambang. Elemen sipil ini memberikan klarifikasi dan meluruskan informasi yang disinyalir kuat dibentuk untuk melemagkan citra TNI di mata publik.

"Tudingan yang diarahkan kepada TNI adalah bentuk provokasi yang tidak berdasar. Menurutnya, isu tersebut sengaja diembuskan dengan unsur untuk memecah belah hubungan harmonis antara TNI dan rakyat yang selama ini sudah terjalin baik," tegas Ketua Umum PMII Buru,, M Idrus Barges melalui rilis yang diterima Katamaluku.com, Senin (23/3).

Menurutnya, kehadiran personel TNI di pos-pos pengamanan area pertambangan justru bertujuan mulia untuk memperkecil ruang konflik antar penambang yang kerap berujung pada tindakan anarkis atau pembunuhan

"Kehadiran TNI justeru menurukan potensi dan eskalasi konflik antar penambang yang kerap kerap terjadi dan berujung anarkis. Kehadiran personil TNI justeru sangat mulia," akuinya.

Ia menambahkan, publik tidak boleh terjebak dengan narasi yang menyudutkan aparat tanpa bukti otentik, karena keberadaan TNI di lokasi untuk menjamin stabilitas keamanan bagi semua pihak.

Senada dengan Ketum PMII Buru, pelaku usaha pertambangan yang enggan namanya disebutkan mengaku, kehadiran aparat TNI memberikan rasa aman dalam menjalankan aktivitasnya. Dia bahkan merasa heran dengan pemberitaan yang menyudutkan TNI.

"Kami Masyarakat penambang merasa jauh lebih aman dalam bekerja karena adanya pengawasan dari pihak TNI dan Keberadaan tentara terbukti efektif meredam ketegangan horizontal di lokasi tambang dan Masyarakat juga meminta Pangdam XV/Pattimura dan Dandim 1506/Namlea untuk tetap konsisten mengawal aktivitas warga di area pertambangan," akui penambang.

Dia meminta agar Pimpinan TNI baik Dandim 1506 dan Pangdam Pattimura tidak terkooprasi dengan issu yang tak berdasar tersebut.

"Kami (Masyarakat) juga menegaskan kepada Bapak Pangdam dan Dandim Namlea  agar jangan terprovokasi dengan isu-isu yang ingin memecah belah kami dengan tentara. Sesungguhnya kami sangat merasa aman bekerja ketika keamanan dijaga oleh TNI," pinta dia. (KM-A1)