-
Discover
-
Spotlight
- Jelajahi Orang
Katamaluku.com 2026

Katamaluku.com–Ambon: Institut Agama Kristen Negeri Ambon menunjukan komitmen konkret dalam menjalankan program prioritas Kementerian Agama Republik Indonesia melalui Seminar Bahasa, Literasi, dan Moderasi Beragama yang digelar di Gedung Auditorium kampus. Rabu, (6/5).
Kegiatan bertajuk "Membaca Teks, Memahami Konteks, Literasi Bahasa sebagai Jembatan Moderasi Beragama" menjadi bagian dari implementasi ASTA PROTAS (Asta Program Prioritas) Kemenag, dengan fokus pada penguatan moderasi beragama di lingkungan pendidikan tinggi.
Rektor IAKN Ambon, Yance Z. Rumahuru, menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam menerjemahkan kebijakan nasional ke dalam praktik akademik yang aplikatif. Ia menekankan pentingnya literasi bahasa dalam membentuk pola pikir mahasiswa yang kritis dan kontekstual.
"Seminar ini bukan sekadar kegiatan akademik, tetapi implementasi nyata ASTA PROTAS. Mahasiswa harus mampu membaca teks keagamaan secara mendalam serta memahami konteksnya agar tidak terjebak pada pemahaman sempit yang berpotensi memicu konflik," jelas Rumahuru
Dirinya menambahkan, di tengah era digital dan dominasi generasi Z, literasi tidak hanya berhenti pada kemampuan membaca, tetapi juga mencakup kemampuan menafsirkan serta menyampaikan gagasan secara bijak di ruang publik.
Ketua panitia, Febby Pelupessy, menyebut kegiatan ini sebagai langkah preventif untuk memperkuat daya tangkal mahasiswa terhadap paham radikalisme dan kekerasan berbasis agama.
"Literasi bahasa yang baik akan melahirkan sikap kritis, tidak mudah terprovokasi, dan mampu membangun toleransi. Ini sejalan dengan semangat moderasi beragama Kemenag," tutur Pelupessy
Seminar menghadirkan dua narasumber, yakni Jemmy Talakua dan A. Manaf Tubaka. Dalam paparannya, Manaf Tubaka menyoroti dua sisi bahasakonstruktif dan destruktif. Ia menegaskan bahwa penggunaan bahasa yang tepat dapat menjadi sarana edukasi, namun sebaliknya berpotensi memicu konflik jika digunakan secara provokatif.
"Pemilihan diksi sangat menentukan kualitas relasi sosial. Literasi bahasa harus diarahkan untuk membangun kesadaran kolektif yang inklusif," ungkap Tubaka
Sementara itu, Jemmy Talakua menekankan bahasa sebagai medium produksi makna dan ideologi yang memengaruhi cara pandang terhadap keberagaman.
"Moderasi beragama tidak bisa dilepaskan dari literasi kritis. Bahasa membentuk cara kita memahami dan merespons perbedaan," kata Talakua
Seminar berlangsung interaktif dengan pendekatan dialogis yang melibatkan mahasiswa. Tingginya partisipasi peserta menunjukkan bahwa isu literasi dan moderasi beragama menjadi kebutuhan mendesak di tengah derasnya arus informasi digital.
Melalui kegiatan ini, IAKN Ambon menegaskan posisinya tidak hanya sebagai institusi akademik, tetapi juga agen transformasi sosial dalam menginternalisasikan nilai-nilai ASTA PROTAS.
Kampus IAKN berkomitmen terus menghadirkan program serupa guna membangun generasi moderat, inklusif, dan mampu menjaga harmoni di tengah keberagaman masyarakat Maluku. (KM-R4)