-
Discover
-
Spotlight
- Jelajahi Orang
Katamaluku.com 2026

Katamaluku.com-Langgur: Pemeritah Daerah Kabupaten Maluku Tenggara terus melakuman inovasi dan trasformasi untuk pembangunan di sektor pendidikan, meski, tantangan mendasar terus dihadapi.
Wakil Bupati Maluku Tenggara, Charlos Viali Rahantoknam, pada Upacara Hardiknas Tahun 2026 di Lapangan Maren, Malra menekankan jika peringatan Hardiknas tidak sekadar seremoni, melainkan refleksi atas arah dan capaian pembangunan pendidikan.
"Pendidikan harus dimaknai lebih dari sekadar transfer ilmu, tetapi juga sebagai proses pembentukan karakter dan pengembangan potensi manusia secara utuh, konsep yang digagas Ki Hajar Dewantara asah, asih, dan asuh kembali diangkat sebagai landasan filosofis" kata Wakil Bupati mengingatkan.
Ia menilai, di tengah tuntutan peningkatan mutu pendidikan, pemerintah daerah mengedepankan pendekatan pembelajaran mendalam (deep learning) sebagai prioritas kebijakan.
"Langkah ini diperkuat dengan program pembangunan dan revitalisasi sekolah, serta dorongan digitalisasi pembelajaran," tuturnya
Dirinya menegaskan, efektivitas implementasi kebijakan tersebut masih menjadi pekerjaan rumah, terutama di wilayah dengan keterbatasan infrastruktur dan akses teknologi.
"Pemerintah juga menyoroti peningkatan kualitas dan kesejahteraan guru melalui beasiswa, pelatihan, dan sertifikasi. Upaya ini dinilai krusial, mengingat peran guru sebagai ujung tombak pendidikan," tegasnya
Menurutnya, penguatan karakter peserta didik melalui lingkungan sekolah yang aman, sehat, dan inklusif turut menjadi fokus.
"Kebijakan lain mencakup penguatan literasi dan numerasi, pengembangan bidang sains dan teknologi, serta perluasan akses pendidikan bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk anak berkebutuhan khusus," ungkapnya
Rahantoknam menjelaskan, Dalam 18 bulan terakhir, pemerintah daerah mengklaim telah memperkuat fondasi pendidikan melalui sinergi antara sekolah, keluarga, masyarakat, dan media.
"Transformasi pendidikan tidak cukup hanya dengan retorika kebijakan, melainkan membutuhkan konsistensi implementasi dan evaluasi berkelanjutan," tutupnya
Peringatan Hardiknas tahun ini pun kembali menegaskan satu hal kualitas pendidikan tetap menjadi faktor penentu daya saing daerah. Tanpa pembenahan yang menyentuh akar persoalan, cita-cita mencetak generasi unggul di tingkat nasional maupun global berisiko menjadi slogan semata. (KM-R4)