-
Discover
-
Spotlight
- Jelajahi Orang
Katamaluku.com 2026






Katamaluku.com–Langgur: Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara berkomitmen perkuat tata kelola koperasi yang transparan dan akuntabel dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT) XVIII Credit Union Ain Hov Ain (CU AHA) Tahun Buku 2025, Sabtu (28/2).
RAT yang digelar di Grand Vilia Hotel itu dinilai sebagai forum strategis untuk mengevaluasi kinerja pengurus sekaligus menetapkan arah kebijakan koperasi ke depan.
Pelaksana Harian Sekretaris Daerah Maluku Tenggara, Rasyid, menegaskan bahwa RAT bukan sekadar agenda formal tahunan, melainkan pilar utama demokrasi ekonomi sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian.
"RAT adalah ruang pertanggungjawaban pengurus kepada anggota. Di forum inilah transparansi diuji dan kebijakan diputuskan secara kolektif" ujarnya.
Dalam forum tersebut, pemerintah daerah menekankan pentingnya peran koperasi dalam mendukung pengembangan potensi ekonomi lokal.
Maluku Tenggara memiliki sejumlah sektor strategis, mulai dari perikanan, pertanian, hingga perkebunan, yang dinilai membutuhkan dukungan pembiayaan dan pendampingan berkelanjutan.
Tema RAT tahun ini, "Meningkatkan Kesejahteraan Anggota melalui Pengembangan Potensi Ekonomi Lokal" dianggap relevan dengan tantangan ekonomi daerah yang masih bertumpu pada sektor primer dan UMKM.
Menurut Rasyid, koperasi dan credit union harus bertransformasi menjadi lembaga pemberdayaan ekonomi, bukan sekadar institusi simpan pinjam.
"Credit union harus hadir sebagai motor penggerak kemandirian ekonomi anggota, melalui akses modal yang inklusif serta literasi keuangan yang kuat," tuturnya
Pemkab Maluku Tenggara menyatakan akan memperkuat sinergi dengan koperasi sebagai mitra pembangunan daerah. Fokus kolaborasi diarahkan pada penguatan kapasitas sumber daya manusia, peningkatan tata kelola profesional, serta pengembangan UMKM berbasis potensi unggulan lokal.
Langkah tersebut diharapkan mampu memperluas akses pembiayaan, meningkatkan daya saing usaha mikro, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif di wilayah tersebut.
Dengan tata kelola yang semakin transparan dan partisipatif, koperasi di Maluku Tenggara diharapkan tidak hanya bertahan, tetapi tumbuh sebagai pilar utama ekonomi rakyat di tingkat daerah. (KM-R4)
