-
Discover
-
Spotlight
- Jelajahi Orang
Katamaluku.com 2026






Katamaluku.com–Ambon: Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Seram Utara Timur Kobi, Kabupaten Maluku Tengah, disorot.
Menu yang disajikan kepada siswa penerima Program Strategis Nasional (PSN) jauh dari asupan gizi dan nutrisi.
Kepada Katamaluku.com, Anggota DPRD Maluku, Fraksi PDI Perjuangan, Alhidayat Wajo mengaku menerima keluhan dari orang tua murid. Bagimana tidak, menu MBG yang diberikan diantaranya satu butir telur mentah dan biskuit siap saji.
"Saya menerima laporan dan keluhan dari orang tua murid. Masa menu MBG seperti ini? Apa nilai gizinya kepada siswa sesuai dengan implementasi dari tujuan PSN tersebut," sebut Alhidayat, Sabtu (7/3).
Bukan hanya itu, Alhidayat juga mengakui pada laman lini masa facebook, orang tua murid ikut mengunggah menu MBG.
Ironinya, menu MBG yang dibagikan tersebut untuk tiga hari kedepan.
"Jadi pada facebook orang tua murid mengeluh. Karena kisaran menu 20.000 ribu rupiah untuk tiga hari. Dan ini sangat keterlaluan," ucapnya.
Ketua Komisi III DPRD Maluku menegaskan, kondisi tersebut menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara laporan di tingkat pusat dengan realitas yang terjadi di lapangan.
"BGN jangan hanya duduk di Jakarta lalu melaporkan hal-hal yang menyenangkan saja kepada Bapak Presiden. Mereka harus turun langsung ke kabupaten dan kecamatan untuk melihat sendiri bagaimana dapur MBG dijalankan," tegasnya.
Alhidayat menyebut, pengawasan langsung sangat penting agar program strategis nasional tersebut tidak menyimpang dari tujuan awalnya.
"Laporan yang disampaikan oleh Kepala BGN dengan kondisi yang kami terima dari masyarakat di lapangan diduga berbeda hingga 180 derajat. Ini tidak boleh dibiarkan," tegasnya
Dia meminta, Badan Gizi Nasional (BGN) segera melakukan peninjauan langsung ke Kecamatan Seram Utara Timur Kobi untuk memastikan kualitas menu dan distribusi makanan benar-benar memenuhi standar gizi bagi anak-anak sekolah.
"Program MBG adalah program yang sangat baik, tetapi pelaksanaannya harus diawasi dengan serius. Jangan sampai anak-anak justru menerima makanan yang jauh dari standar gizi yang seharusnya mereka dapatkan," tutupnya
Dirinya menambahkan bahwa pihaknya akan terus mengawal laporan masyarakat terkait pelaksanaan program MBG di wilayah Maluku Tengah, agar kebijakan nasional tersebut benar-benar memberikan manfaat nyata bagi generasi muda. (KM-R4)
