-
Discover
-
Spotlight
- Jelajahi Orang
Katamaluku.com 2026
Katamaluku.com-Ambon: Ketua Fraksi Gerindra DPRD Maluku, John Laipeny memastikan akan menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan menundang Pertamina untuk membahas distribusi dan kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang dikeluhkan masyarakat di sejumlah daerah.
"Kami akan memanggil Pertamina untuk menjelaskan persoalan kelangkaan dan distribusi BBM yang dikeluhkan masyarakat," akui Leipeny, kemarin.
Aleg Dapil KKT-MBD itu menyebut, RDP bersama Pertamina dijadwalkan usai agenda Badan Musyawarah (Bamus) DPRD Maluku,"Kami menunggu hingga jadwal bersama mitra dikeluarkan, mungkin selesai Bamus," katanya.
Leipeny bilang, BBM yang disitribusikan berdasarkan permintaan yang diajukan dari masing-masing wilayah. Hanya saja, pengawasan distribusi sampai SPBU menjadi tanggung jawab pemerintah daerah melalui dinas teknis.
"Artinya bahwa, pasokan BBM ke wilayah-wilayah berdasarkan permintaan yang diajukan, namun penagwasan distribusi sampai ke SPBU merupakan kewenangan dari dinas teknis," kata dia.
Indikasi dugaan penimbunan maupun permainan distribusi BBM oleh oknum tertentu menjadi sorotannya ditengah kelangkaan dan keterbatasan pasokan stok BBM kepada masyarakat.
"Beberapa waktu lalu kami RDP dengan Pertamina, informasi yang kami peroleh bahwa, ada pengusaha yang mengatakan stok di SPBU habis, padahal gudangnya masih penuh. Dugaan seperti ini harus diawasi karena bisa menyebabkan BBM dijual di atas harga yang telah ditetapkan," curiga Leipeny.
Secara tegas Leipeny meminta mengeluarkan berita acara dan pemeriksaan terhadap alat ukur maupun sistem tera demi memastikan tidak ada perbuatan atau tindakan penimbunan yang hanya menguntungkan para pengusaha.
"Semua alat ukur wajib ditera. Jika ada pelanggaran pemerintah harus buat berita acara. Sanksi ahrus diberikan. Ini penting, indikaotr sanksi melalui pengecekan meter pada tera, jika rusak atau tidak sesuai ketentuan, maka harus diproses sesuai aturan," tegas dia.
Laipeny juga menegaskan jika DPRD Maluku akan turun mengecek langsung di lapangan dalam agenda pengawasan apabila persoalan distribusi dan kelangkaan BBM masih terus terjadi.
"Jadwal pengawasan kami akan turun lagi memastikan apakah masalahnya masih sama atau tidak. Seperti sebelumnya ketika terjadi antrian panjang di salah satu daerah, kami turun langsung dan akhirnya satu SPBU kembali dibuka sehingga antrean bisa terurai," tutupnya. (KM-A1)