-
Discover
-
Spotlight
- Jelajahi Orang
Katamaluku.com 2026





Katamaluku.com–Langgur: Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara (Malra) membuka ruang bagi seluruh kabupaten/kota di Provinsi Maluku untuk berpartisipasi dalam kegiatan Bakti Sosial Terintegrasi yang diselenggarakan Kementerian Sosial Republik Indonesia.
Kegiatan ini dipusatkan di Kota Langgur dan akan menghadirkan layanan sosial berskala besar, dengan fokus utama pada operasi katarak.
Sejumlah persiapan telah dilakukan oleh Pemerintah Daerah melalui Dinas Sosial guna menyukseskan agenda tersebut. Koordinasi lintas sektor pun telah digelar sejak awal Maret 2026.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Sosial Maluku Tenggara, Titus Betaubun, mengungkapkan bahwa langkah awal dimulai dengan rapat koordinasi daring pada 6 Maret 2026 yang melibatkan Direktorat Rehabilitasi Sosial Lansia dan Sentra Meohai Kendari bersama Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan Maluku Tenggara.
"Bakti Sosial Terintegrasi akan dihadiri Menteri Sosial Republik Indonesia dan Direktur SCTV Indonesia, sesuai rundown sementara rombongan tiba di Langgur tanggal, 15 April 2026 dan kembali tanggal 16 April 2026," ujar Betaubun saat di konfirmasi Redaksi Katamaluku.com Rabu, (26/3)
Betaubun menjelaskan, Rakor tersebut membahas agenda utama berupa pelaksanaan bakti sosial dengan fokus operasi katarak serta rencana kunjungan Menteri Sosial RI ke Langgur.
"Koordinasi lanjutan dilakukan pada 9 Maret 2026, melibatkan Dinas Kesehatan Provinsi Maluku, Direktur RSUD Karel Sadsuitubun, serta tenaga pendamping sosial dan petugas puskesmas," tuturnya
Dirinya menjelaskan, Skrining Dimulai, 210 Pasien Terdata Proses skrining pasien katarak telah dimulai sejak 10 Maret 2026 di seluruh puskesmas di wilayah Maluku Tenggara, berdasarkan surat resmi pemerintah daerah dan Dinas Kesehatan.
"Hasil skreaning sebanyak 210 orang, pasien akan di asesmen oleh ASN P3K Kemensos untuk memastikan kelengkapan syarat administrasi sekaligus persetujuan operasi," ungkapnya
Dirinya menegaskan, Seluruh data pasien dikumpulkan melalui sistem digital berbasis Google Form agar dapat dipantau langsung oleh kementerian.
"Operasi Dipusatkan di RSUD Karel Sadsuitubun Jika jumlah pasien melebihi 250 orang, operasi katarak akan di laksanakan selama tiga hari dan dipusatkan di RSUD Karel Sadsuitubun Langgur. Pemerintah Provinsi Maluku juga akan mendukung penyediaan peralatan medis yang belum tersedia di daerah," jelasnya
Menurutnya, selain operasi katarak, kegiatan bakti sosial lainnya seperti khitanan massal dan nikah massal akan dilaksanakan secara serentak di beberapa titik yang ditentukan bersama pemerintah daerah dan pihak kementerian.
"Pemerintah daerah juga menyiapkan lokasi penampungan bagi masyarakat dari wilayah terpencil atau pulau-pulau yang akan mengikuti operasi katarak, guna memastikan akses layanan kesehatan berjalan optimal," katanya
Dirinya menambahkan, keterlibatan daerah lain di Maluku sangat diharapkan untuk memperluas jangkauan manfaat program ini.
"Operasi Katarak ini adalah program dari Direktorat Rehabilitasi Sosial Lansia dan Sentra Meohai Kendari yang memiliki wilayah kerja di Maluku, Maluku Utara dan Sulawesi, dan Maluku," tutupnya
Dengan kesiapan yang terus dimatangkan, Maluku Tenggara diproyeksikan menjadi pusat pelaksanaan bakti sosial terpadu berskala regional yang berdampak langsung bagi masyarakat, khususnya dalam penanganan gangguan penglihatan akibat katarak. (KM-R4)