Dok. Poto KM Cantika yang berlabu di Pelabuhan Tulehu, Kabupaten Maluku Tengah.

PMPI Maluku; Info Kenaikan Tarif KM. Cantika tak Benar

3

Katamaluku.com–Ambon: Dewan Pimpinan Wilayah Persatuan Mahasiswa Pemuda Indonesia (DPW PMPI) Provinsi Maluku menyebut kenaikan harga tiket armada PT. Dharma Indah yang 'gaduh' di ruang publik mesti diluruskan.

Risman mengaku, data yang diperoleh PMPI Maluku mengkonfitmasi jika kenaikan harga tiket kapal cepat milik PT. Dharma Indah dilakukan tahun 2022 lalu, selebihnya tidak ada kebijakan perusahaan untuk menaikan tarif penumpang penyebranhan di wilayah perairan Maluku. 


“Data yang kami peroleh mengkonfirmasi bahwa, kenaikan tarif atau tiket penumpang pada tahun 2022 dikarenakan adanta perubahan biaya bahan bakar. Di tahun 2021 harga bahan bakar dari Rp5.150/liter dinaikan menjadi Rp6.800 di tahun 2022, maka kenaikan harga BBM itu merubah kebijakan kenaikan tarif waktu itu," beber Risman melalui rilis yang diterima redaksi Katamaluku.com, Minggu (9/8).

Risman menyebut, kenaikan harga tiket rute Tulehu-Amahai dari Rp. 1.21.000 menjadi Rp. 1.48.000 bukan kebijakan saat ini, melaikan penetapan perubahan harga sejak 2022 silam.

"Khusus untuk rute Tulehu-Amahei dari Rp121 ribu menjadi Rp148 ribu, dan sampai sekarng, tidak ada perubahan,” sebutnya lagi.

Risman menekankan agar polemik harga tiket Amai-Masohi tidak menjadi negative opini yang menghakimi perusahaan tanpa didsarkan pada data. Pasalnya, sejak 2022 hingga Agustus 2026 tidak ada kebijakan PT. Dharma Indah untuk membankan masayarakat dengan menaikan harga tiket penyebrangan.

“ Sejak 2022 hingga Agustus  2026 tidak ada perubahan harga tiket untuk seluruh lintasan yang dilayani PT. Dharma Indah," terangnya.

Dalam situasi tekanan ekononi akibat kebijakan efisiensi anggaran secara nasional yang berdampak ke daerah, PT. Dharma Indah, kata Risman tetap memberlakukan harga tiket empat tahun lalu. Mestinya, lanjut dia, masyarakat mengapresiasi kebijakan perusahaan milik bos 'Siong' tersebut.

“Dinamika ekonomi dipengaruhi berbagai faktor. Mulai dari efisiensi hingga pelemahan rupiah dengan kurs 18 ribu/1 USD. Tetapi, perusahaan jasa pelayaran di Maluku tidak memainkan harga tiket untuk keuntungan besar. Karena memikirkan kondisi ekonomi rakyat yang seret," kata Risman.

Lebih lanjut Risman menambahkan di sejumlah Provinsi harga tiket telah alami kenaikan sebesar 20% tapi di Maluku, harga tiket tetap sama sejak perubahan di tahun 2022.

Baginya, kebijakan PT. Dharma Indah sangat ekonomis. Meski, sebagain penumpang berharap adanya pemberlakukan harga sesuai kelas masyarakar. 

Jika hal itu diinginkan, lanjut Risman, mestinya masayarakar mempresure pemerintah daerah untuk memberikan subsidi kepada swsata (PT.Dharma Indah) sebagaimana PM Nomor 8 Tahun 2023 tentang tarif batas atas kewajiban pelayanan publik bidang angkutan laut untuk penumpang kelas ekonomi dan PM 7 Tahun 2023 tentang tarif angkutan laut perintis.

“ Kalau ada subsidi, sudah pasti swasta akan menururkan juga harga tiket, tapi sejauh ini tidak ada subsidi untuk PT. Dharma Indah,” bebernya.

Risman berharap, polemik seputar kenaikan harga tiket tidak perlu lagi di perpanjang dan menjadi bola liar. Masyarakat  pengguna jasa angkutan laut juga diminta mendukung kehadiran PT. Dharma Indah di Laut Maluku. 

“ Coba bayangkan jika tidak ada armada PT Dharma Indah, mobilitas akan lumpuh dan distribusi barang serta jasa di Maluku bakal terhambat. Jika kondisi itu terjadi, roda perekonomian mandek dan stabilitas daerah dipertaruhkan. Kita tidak bisa hanya bergantung pada armada milik negara (BUMN/BUMD) yang jumlahnya terbatas dan beberapa di antaranya kerap mengalami kendala operasional atau kerusakan,” ketusnya.

PT. Dharma Indah sebagai perusahaan transportasi komersial yang bersentuhan langsung dengan hajat hidup orang banyak, penyesuaian harga tiket tahun  2022 dan berlaku sampai sekarang merupakan keputusan yang krusial harus diambil.

"Dalam pandangan kami bahwa, perubahan harga tahun 2022 demi mendukung perusahaan agar  terus beroperasi secara sehat finansial serta konsisten menjaga standar tinggi keselamatan pelayaran sesuai regulasi Direktorat Jenderal Perhubungan Laut," hemat Risman.

Selain itu, Risman menegaskan,  
 PT. Dharma Indah tak semata menjalankan orientasi  bisnis pelayaran komersial, tapi juga memberikan konstribusi kepada pemerintah dan masyarakat dalam hal kemudahan pendistribusian barang dan jasa, termasuk memfasilitasi tiket gratis untuk masyarakat Maluku menjalankan ibadah sejak tahun 2024.

Sejak 2024, lanjut Risman PT. Dharma Indah menyediakan tiket mudik gratis sebanyak puluhan ribu untuk masyarakat agar bisa mengikuti ibadah baik Idul Fitri, Natal maupun Tahun Baru bersama keluarga di kampung halaman.

“ Dari data kami, sejak tahun 2024 hingga tahun 2025 PT. Dharma Indah ikut berkontribusi membantu pemerintah dan masyarakat dengan menyediakan tiket gratis mudik lebaran, natal dan idhul fitri untuk masyarakat Maluku mencapai puluhan ribu tiket. Ini  bukan hanya soal angka tapi tentang komitmen PT Dharma Indah dalam melayani masyarakat Maluku penuh kesugguhan,” akui Risman.

PMPI Maluku mengajak seluruh lapisan masyarakat Maluku untuk bergotong-royong mendukung investasi transportasi swasta demi pertumbuhan ekonomi daerah terpencil dan kepulauan.(KM-A1)