Panitia Soekarno Cup menunjukkan bukti Pemain PSA yang pernah menjadi bagian dari tim EPA Malut United

Komite Pertandingan Soekarno Cup U-17 Diskualifikasi PSA dari Laga Semifinal

98

Katamaluku.com-Ambon: Perangkat pertandingan (PSSI), Komite Pertandingan dan Panitia Soekarno Cup U-17 Zona Pulau Ambon-Pulau Lease satu suara mendiskualifikasi PSA usai menang atas Banteng Hiterland pada quarter final. Keputusan diskualifikasi sebagai punishment terhadap PSA yang melanggaran aturan yang menjadi dasar dan rujukan pelaksanaan kompetisi 'amatir' Soekarno Cup U-17 yang dibuka pada 16 Mei tersebut.  

Komite penyelenggara menemukan bukti pelanggaran regulasi dari PSA yang memasukan pemain yang pernah berkompetisi di liga profesional (EPA) pada starting line-up. Larangan adanya pemain yang pernah bermain pada kompetisi profesional telah dijelaskan saat proses screening dan juga Technikal Meeting bersama manager dan pelatih tim.

"Usai laga PSA vs Banteng Hiterland kemarin, pihak manajer dari Banteng Hiterland mengajukan protes adanya salah satu pemain PSA yang pernah bermain bersama Malut United di liga Elite Pro Academy (EPA). Makanya komite memutuskan untuk mendiskualifikasi PSA Ambon dari turnamen Soekarno Cup," kata anggota tim screening, Rido Pattiasina di Ambon kepada wartawan di Lease Stadion, Halong, Selasa, 19 Mei 2026.

Aturan mpemain maupun pertandingan telah dijelaskan secara rinci dalam proses screening dan Technical Meeting. Sayang, regulasi tersebut tidak diindahkan pihak PSA. 

"Komite penyelenggara telah bersepakat dengan seluruh tim, dan menandatangi kesepakatan tersebut diatas materai. Jadi tidak salah kalau yang melanggar aturan itu didiskualifikasi," tegasnya.

Dia mengaku jika panitia dan komite penyelenggara telah mengetahui adanya pemain pro diskuad PSA . Tapi ketika dikonfirmasi, pihak PSA beralibi jika Abdul Asis pernah mengikuti seleksi EPA Malut United, namun tidak menjadi bagian dari tim berjuluk The Salawaku tersebut.

Karena tidak memiliki bukti terkait dengan skuad EPA Malut United, panitia berani mengambil keputusan. Nantinya, sehari setelah pertandingan, baru lah manager Banteng Hiterland mengajukan protes disertai bukti Abdul Asis pernah merumput bersama Malut United U-17 di liga EPA. 

"Ada foto Abdul Asis berseragam Malut United U-17 bahkan bermain dalam sebuah laga resmi. Jadi kita tidak asal dalam mengambil keputusan," jelasnya.

Dengan adanya bukti atas pelanggaran aturan kompetisi Soekarno Cup,  PSA Ambon dinyatakan gugur dan tidak diijinkan tampil di partai semi final Soekarno Cup zona Ambon-Lease. Posisinya diganti Banteng Hiterland. (KM-A1)