Penyuluhan Kesehatan, Kolaborask Dinkes Kepulauan Aru dan Kodim 1503/Tual dalan Program TMMD.

Kolaborasi Dinkes Kepulauan Aru dan Kondim 1503/Tual Gelar Sosialisasi Stunting

11

Katamaluku.com–Dobo: Sinergi lintas sektor kembali dilakukan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Aru. Melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127, Kodim 1503/Tual menggandeng Dinas Kesehatan setempat menggelar penyuluhan kesehatan terpadu bagi warga di wilayah pesisir dan kepulauan.

Kegiatan dipusatkan di Posyandu Kilometer 8 Kampung Selayar, Desa Durjela, Kecamatan Pulau-Pulau Aru itu fokus pada edukasi Program Keluarga Berencana (KB), penerapan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), serta pencegahan stunting persoalan yang masih menjadi pekerjaan rumah serius di daerah kepulauan. berlangsung Selasa, (24/02)


Komandan Kodim 1503/Tual, Letkol Inf. Andi Agussalim, S.I.P., M.I.P., selaku Dansatgas TMMD ke-127 melalui Kapolkes Satgas TMMD Letda CKM Bambang, menegaskan bahwa TMMD tidak berhenti pada pembangunan fisik semata.

"TMMD bukan hanya membangun jalan, jembatan, atau fasilitas umum. Yang lebih mendasar adalah membangun kualitas manusia. Kesehatan adalah fondasi pembangunan," ujarnya

Dirinya menilai, pendekatan promotif dan preventif melalui edukasi langsung ke masyarakat menjadi langkah strategis untuk menekan angka stunting. Minimnya pemahaman soal gizi seimbang, jarak kelahiran ideal, serta pemeriksaan kesehatan rutin kerap menjadi faktor pemicu tingginya risiko gangguan tumbuh kembang anak.

Kepala Tata Usaha Puskesmas Patijalabil, Julius M. Kobrua, menyebut kolaborasi lintas sektor seperti ini efektif menjangkau masyarakat di wilayah terpencil yang selama ini memiliki keterbatasan akses informasi kesehatan.

"Kami sangat terbantu. Edukasi yang menyentuh langsung masyarakat jauh lebih efektif dibandingkan hanya imbauan administratif. Isu stunting harus dijelaskan secara konkret agar dipahami keluarga," jelasnya 

Warga terlihat antusias mengikuti penyuluhan dan aktif dalam sesi tanya jawab. Diskusi mengenai gizi ibu hamil, pola asuh anak, hingga pentingnya kunjungan rutin ke fasilitas kesehatan menjadi topik yang paling banyak diminati.

Kolaborasi antara aparat teritorial dan tenaga kesehatan ini menunjukkan bahwa pembangunan daerah tidak dapat berjalan sektoral. Ketika kekuatan pertahanan bersinergi dengan pelayanan kesehatan, yang dibangun bukan hanya infrastruktur, melainkan juga daya tahan generasi.

Jika pola kerja kolaboratif ini dijaga secara konsisten, Durjela dan kawasan Dobo sekitarnya berpeluang mempercepat perbaikan kualitas sumber daya manusia sebuah fondasi yang menentukan arah pembangunan Aru di masa mendatang.(KM-R4)