Ilustrasi

GMNI SBB; Pemkab dan PLN Pastikan Pasokan Listrik- BBM Aman Selama Ramadhan

29

Katamaluku.com–Ambon: Ketua Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPC GMNI) Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Ozy Tubaka, mendesak Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Barat dan PLN memastikan ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) serta stabilitas pasokan listrik selama bulan suci Ramadan.

Desakan tersebut disampaikan menyusul kekhawatiran masyarakat terhadap potensi distribusi BBM dan pemadaman listrik yang kerap terjadi pada momentum hari besar keagamaan.

"Ramadan adalah momentum sakral bagi umat Islam. Pemerintah dan penyedia layanan publik tidak boleh abai. Stabilitas BBM dan listrik adalah kebutuhan dasar yang berdampak langsung pada ibadah dan aktivitas ekonomi masyarakat" tegas Tubaka saat menhubungi redaksi Katamaluku.com Kamis, (19/2) 

Tubaka menilai, lonjakan konsumsi listrik dan BBM selama Ramadan, khususnya pada waktu sahur dan berbuka puasa, harus diantisipasi melalui langkah teknis yang terukur. Ia meminta adanya pengawasan distribusi BBM di seluruh SPBU, serta pengecekan menyeluruh terhadap kesiapan mesin pembangkit dan jaringan listrik di wilayah SBB.

Menurutnya, kelangkaan BBM atau pemadaman listrik tidak hanya mengganggu kenyamanan masyarakat, tetapi juga berpotensi memukul pelaku usaha kecil seperti pedagang takjil, warung makan, hingga pelaku UMKM yang menggantungkan operasional pada pasokan energi yang stabil.

"Jangan sampai masyarakat menjadi korban akibat lemahnya manajemen distribusi atau kurangnya kesiapsiagaan teknis. Pemerintah daerah dan PLN harus memastikan tidak ada ruang bagi kelalaian," Jelasnya

Sebagai organisasi mahasiswa, DPC GMNI SBB menegaskan komitmennya untuk menjalankan fungsi kontrol sosial terhadap kebijakan dan pelayanan publik di daerah. Ozy menyebut pihaknya akan terus memantau situasi di lapangan dan menyuarakan aspirasi masyarakat apabila ditemukan persoalan serius.

Dirinya juga mendorong, adanya posko pengaduan atau layanan respons cepat selama Ramadan guna memastikan setiap kendala terkait BBM dan listrik dapat segera ditangani.

"Ramadan harus menjadi momentum pelayanan publik yang maksimal, bukan sebaliknya. Negara harus hadir memastikan masyarakat beribadah dengan aman dan tenang," ujarnya 

GMNI SBB berharap sinergi antara pemerintah daerah dan PLN dapat berjalan optimal sehingga masyarakat Seram Bagian Barat dapat menjalankan ibadah Ramadan tanpa dibayangi persoalan energi dan listrik. (KM-R4)