-
Discover
-
Spotlight
- Jelajahi Orang
Katamaluku.com 2026
Katamaluku.com - Ambon: Setelah sukses menjawab animo pecinta sepak bola melalui turnamen Liga antar Kampung Soekarno Cup U-17 di 4 Zona Provinsi Maluku, PDI Perjuangan memastikan konsolidasi dan pendidikan politik kader melalui Musyarah Anak Cabang (Musancab) di 97 PAC dari target 119 kecamatan seluruh Maluku.
Program PDI Perjuangan Maluku tidak hanya bersifat cerremonial, tetapi memiliki implikasi elektoral bagi partai politik yang mewarisi 'idealogy' Bung Karno tersebut. Apalagi, pada peringatan Bulan Bung Karno, nilai-nilai nasionalisme, kerakyatan serta gotong rotong kembali dihidupkan setiap kader.
Mesin politik PDI Perjuangan Maluku tetap 'menyala'. Dua fungsionaris DPD PDI Perjuangan Maluku diberangkatkan untuk mengikuti Training of Trainer (ToT) Perempuan Penggerak Akar Rumput di Sekolah Partai, Jl. Lenteng Agung, kemarin.
Dua alumni GMKI Ambon, Katrin Wokanubun dan Santy E Manuhuttu yang menjabat Wakil Ketua Bidang di DPD PDI Perjuangan Maluku itu ditugaskan Ketua DPD Benhur G Watubun.
Rilis yang diterima Katamaluku.com, Benhur G Watubun mengaku jika dua kader muda PDI Perjuangan Maluku itu ditugaskan untuk mengikuti kegiatan yang dilaksanakan DPP PDI Perjuangan.
"Penugasan dilakukan kepada dua pengurus DPD PDI Perjuangan untuk mengikuti kegiatan Training of Trainer Perempuan Penggerak Akar Rumput di Sekolah Partai, Jl Lenteng Agung. Kegiatan ini merupakan agenda krusial DPP PDI Perjuangan," akui Benhur, kemarin.
Benhur bilang, ToT Perempuan Penggerak Akar Rumput tersebut untuk penguatan kapasitas kepemimpinan dan sumber daya kader perempuan partai dalam mengoptimalkan peran perempuan sebagai subjek perubahan sosial.
"Kegiatan ini dilakukan dalam rangka penguatan kapasitas kepemimpinan dan sumber daya kader perempuan partai. Terutama dalam mengoptimalkan peran perempuan sebagai subjek perubahan sosial," kata dia.
Peran perempuan dalam pembangunan demorkasi sangat penting, apalagi pilar utama pembangunan bangsa harus melibatkan perempuan termasuk dalam dimensi politik elektoral. Kehadiran dua kader perempuan DPD PDI Perjuangan Maluku tersebut harus berdampak pada upaya menggerakan masyarakat akar rumput untuk mengawal agenda politik dan perubahan kedepan.
"Tujuan utama adalah pembangunan bangsa yang dimulai dari masyarakat akar rumput, karna itu mereka berdua dikirim ke sekolah Partai sebagai peserta mewakil Maluku," ungkap Benhur. (KM-A1)