-
Discover
-
Spotlight
- Jelajahi Orang
Katamaluku.com 2026






Katamaluku.com–Ambon: Wakil Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Maluku John Laipeny mengungkapkan, kelangkaan Bahan Bakar Minya (BBM) dan beras sempat terjadi di Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) bukan di sebabkan kekosongan stok melainkan terhambatnya distribusi akibat cuaca ekstrem.
Hal tersebut di sampaikan Jhon usai Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi II DPRD Provinsi Maluku bersama Pertamina, dan Bulog yang di gelar di Gedung DPRD Provinsi Maluku Senin, (2/2)
"Kami kemarin menanyakan langsung ke Pertamina dan Bulog terkait kelangkaan BBM dan beras di MBD. Ternyata stoknya ada, tetapi distribusinya terhambat karena cuaca ekstrem," Jelasnya Kepada Jurnalis Katamaluku.com saat di wawancarai.
Dirinya menjelaskan, gelombang laut yang tinggi serta kondisi musim pancaroba menyebabkan armada pengangkutan logistik tidak dapat beroperasi secara optimal, akibatnya pengiriman BBM dan beras ke wilayah kepulauan mengalami keterlambatan
"Transportasinya sudah tersedia, tapi cuaca yang menjadi kendala. Mereka harus lebih cermat menghitung musim pancaroba agar jadwal pengiriman bisa diatur lebih awal," ujarnya
John menekankan, pentingnya koordinasi dan perencanaan yang lebih baik dari instansi terkait agar peristiwa serupa tidak kembali terjadi, mengingat MBD merupakan wilayah kepulauan yang sangat bergantung pada transportasi laut
"Jangan sampai saudara-saudara kita di Maluku Barat Daya kembali mengalami kelangkaan BBM dan beras. Ini harus diantisipasi sejak dini," tegasnya
Meski demikian Jhon memastikan, kondisi saat ini telah berangsur normal. Stok BBM dan Beras di MBD sudah kembali tersedia dan berada dalam kondisi Aman
"Saat ini stoknya sudah ada. Ke depan kita minta penjadwalan distribusi lebih diperhatikan," tutupnya. (KM-