-
Discover
-
Spotlight
- Jelajahi Orang
Katamaluku.com 2026





Katamaluku.com–Langgur: Pemerintah Provinsi Maluku merespons cepat bentrokan di Ohoi Danar Ternate, Kecamatan Kei Kecil Timur Selatan, Kabupaten Maluku Tenggara, yang mengakibatkan korban jiwa, luka-luka, serta kerusakan harta benda.
Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, menegaskan agar semua pihak menahan diri di tengah situasi yang masih rentan. Ia mengimbau seluruh masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya.
"Selaku Gubernur Maluku, saya menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih menahan diri dan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang dapat memperkeruh keadaan," ujar Lewerissa, Sabtu (29/03).
Menurutnya, penyelesaian konflik harus mengedepankan pendekatan damai melalui dialog, musyawarah, serta mekanisme adat yang berlaku di masyarakat setempat. Di saat yang sama, proses penegakan hukum tetap harus diserahkan sepenuhnya kepada aparat berwenang.
"Kedepankan penyelesaian melalui dialog, musyawarah, dan pendekatan adat, serta serahkan penanganan hukum kepada aparat penegak hukum," tegasnya
Lewerissa menekankan bahwa menjaga keamanan bukan hanya tugas aparat, tetapi menjadi tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.
Dirinya mengingatkan, pentingnya peran aktif warga dalam menjaga ketertiban, termasuk dengan tidak menyebarkan hoaks yang dapat memperkeruh suasana.
"Mari kita jaga keamanan dan ketertiban lingkungan masing-masing. Jangan menyebarkan berita hoaks, tetapi jadilah pembawa pesan perdamaian, persaudaraan, dan cinta kasih," katanya
Lewerissa mengajak, seluruh pemangku kepentingan mulai dari raja, anggota DPRD, tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda, hingga tokoh perempuan untuk bersinergi dengan aparat keamanan dalam meredam konflik dan mempercepat proses penyelesaian.
"Saya turut prihatin dan berbela sungkawa kepada korban jiwa, serta berempati kepada korban luka-luka dan yang kehilangan harta benda," ungkapnya
Ia memastikan pemerintah akan tetap hadir dalam setiap tahapan penanganan konflik, sekaligus meminta aparat penegak hukum bertindak cepat, tegas, dan terukur guna mengendalikan situasi.
"Pemerintah akan terus hadir dalam upaya penanganan dan penyelesaian konflik. Saya minta aparat segera mengambil langkah cepat, tegas, dan terukur untuk mengendalikan situasi," tutupnya
Menutup pernyataannya, Lewerissa mengajak seluruh masyarakat menjaga Maluku sebagai wilayah yang aman, damai, dan menjunjung tinggi nilai adat, khususnya dalam bingkai hukum adat Larvul Ngabal serta semangat persaudaraan hidup orang basudara. (KM-R4)