Bupati Aru, Timotius Kaidel hadiri pembukaan sidang Jemaat GPM Marbali

Bupati Aru Dorong Gereja Jadi Penguat Harapan di Tengah Ancaman Krisis Global

5

Katamaluku.com–Dobo: Bupati Kepulauan Aru, Timotius Kaidel menghadiri pembukaan Persidangan ke-28 Jemaat Gereja Protestan Maluku (GPM) Marbali, Minggu (8/3).

Forum tahunan Gereja tersebut menjadi ruang evaluasi sekaligus penetapan arah pelayanan jemaat untuk periode mendatang.

Persidangan jemaat yang mengusung subtema tahunan GPM, "Anugerah Allah Melengkapi dan Meneguhkan Gereja Menuju Satu Abad GPM" merupakan forum tertinggi di tingkat jemaat. Dalam forum ini, jemaat mengevaluasi pelaksanaan program pelayanan serta penggunaan anggaran, sekaligus merumuskan Rencana Program dan Pelayanan Jemaat (RPPJ).

Dalam sambutannya, Bupati Timo menekankan pentingnya menjadikan persidangan jemaat sebagai ruang strategis untuk memperkuat arah pelayanan gereja yang kontekstual dan berdampak langsung bagi masyarakat.

Menurutnya, subtema persidangan jemaat tahun ini, "Layani Umat dengan Tekun Sesuai Kasih Allah," harus diterjemahkan dalam pelayanan gereja yang konsisten, tekun, dan berlandaskan nilai kasih.

"Forum ini hendaknya dimanfaatkan secara maksimal untuk merumuskan rencana pelayanan jemaat melalui dokumen RPPJ 2026–2030 yang menekankan pembinaan berbasis keluarga serta peningkatan kualitas kemanusiaan," ungkapnya 

Kaidel menilai, gereja memiliki peran penting dalam merespons berbagai tantangan sosial yang tengah dihadapi masyarakat, termasuk dinamika global yang berpotensi memicu krisis kemanusiaan dan tekanan ekonomi.

Dirinya menilai, situasi global yang tidak menentu menuntut lembaga keagamaan untuk semakin hadir sebagai sumber penguatan moral dan harapan bagi masyarakat.

"Dalam situasi dunia yang penuh ketidakpastian, gereja diharapkan tetap hadir sebagai pembawa harapan, memperkuat nilai kemanusiaan, serta membangun ketahanan sosial di tengah masyarakat," tegasnya 

Kaidel menambahkan, sinergi antara gereja dan pemerintah daerah perlu terus diperkuat, terutama dalam upaya pembinaan masyarakat, penguatan keluarga, serta pembangunan karakter generasi muda di Kepulauan Aru.

Melalui persidangan jemaat ini, ia berharap gereja dapat merumuskan program pelayanan yang tidak hanya berfokus pada kehidupan internal jemaat, tetapi juga berkontribusi nyata terhadap pembangunan sosial di tengah masyarakat. (KM-R4)