-
Discover
-
Spotlight
- Jelajahi Orang
Katamaluku.com 2026






Katamaluku.com–Ambon: Upaya pemberdayaan masyarakat pesisir terus didorong melalui kegiatan sosialisasi dan inovasi produk perikanan digelar, di Dusun Air Manis, Negeri Laha, Kota Ambon, Jumat, (18/4)
Kegiatan yang diinisiasi Yayasan Bumi Maritim Nusantara (BUMINUSA) ini mengusung tema "Mewujudkan Masyarakat Pesisir Negeri Laha yang Mandiri dan Produktif melalui Inovasi Produk Perikanan," dengan tujuan meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengolah hasil perikanan menjadi produk bernilai tambah.
Dalam pemaparannya, Kepala Bidang Perikanan Budidaya, Pengolahan, dan Pemasaran Hasil Perikanan (PBP2HP) Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Maluku, Korilus W. Iwamony, S.Pi., M.Si, menyampaikan bahwa Maluku memiliki potensi sumber daya ikan yang sangat besar, bahkan mencapai lebih dari 36 persen dari total potensi nasional. Namun, pemanfaatannya masih didominasi oleh penjualan dalam bentuk bahan mentah.
"Potensi perikanan Maluku sangat besar, tetapi selama ini masih didominasi penjualan bahan mentah. Melalui inovasi produk olahan, kita dapat meningkatkan nilai jual sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat pesisir," ungkapnya
Korilus menekankan, bahwa inovasi produk olahan tidak hanya meningkatkan nilai ekonomi, tetapi juga memperpanjang masa simpan hasil perikanan serta membuka peluang pasar yang lebih luas. Berbagai produk yang dapat dikembangkan antara lain abon ikan, bakso ikan, pempek, hingga produk premium seperti fillet dan steak ikan.
Sementara itu, dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Pattimura Ambon, Dr. Ir. R. B. D. Sormin, M.Si, menyoroti bahwa potensi perikanan di Negeri Laha belum dimanfaatkan secara optimal, meskipun telah terdapat kelompok pengolah ikan, khususnya ikan asap di Dusun Air Manis.
"Inovasi tidak hanya pada produk, tetapi juga pada pengemasan dan pemasaran. Jika dilakukan secara konsisten, produk perikanan lokal berpeluang menembus pasar modern bahkan ekspor," jelas Sormin
Dirinya mengungkapkan, sejumlah tantangan yang dihadapi masyarakat, seperti fluktuasi harga ikan, keterbatasan teknologi pengolahan, minimnya variasi produk, hingga belum optimalnya legalitas usaha.
"Oleh karena itu, diperlukan diversifikasi produk seperti nugget ikan, abon, kerupuk ikan, serta produk fermentasi seperti kecap ikan dan bekasang," tuturnya
Sormin menambahkan, aspek pengemasan dan pemasaran juga menjadi perhatian penting. Produk perikanan lokal perlu dikemas secara menarik dan higienis, serta didukung legalitas seperti PIRT dan sertifikasi halal agar mampu bersaing di pasar modern. Pemanfaatan pemasaran digital juga dinilai strategis untuk memperluas jangkauan pasar.
Menanggapi hal tersebut, menejer Riset dan pendidikan Yayasan BUMINUSA Yahya NurCholis Ngabalin, menyampaikan bahwa pihaknya akan menindaklanjuti kegiatan ini melalui program-program pelatihan yang akan dilaksanakan di Dusun Air Manis.
"Kami akan menghadirkan program pelatihan agar masyarakat tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mempraktikkan langsung inovasi produk perikanan," tutupnya
Rencana tersebut mendapat dukungan dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Maluku yang menyatakan siap bersinergi dalam pelaksanaan program lanjutan, kegiatan yang dimulai pukul 14.00 WIT ini berlangsung dengan antusiasme tinggi dari masyarakat.
Melalui kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat, potensi perikanan di Negeri Laha dapat dikelola secara optimal untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat pesisir secara berkelanjutan. (KM-R4)