Wabup Aru Buka Musda BKPRMI

Buka Musda BKPRMI Aru, Wabup; Pemda Buka Ruang Kolaborasi Perkuat Keberagaman

0

Katamaluku.com–Dobo: Wakil Bupati Kepulauan Aru, Muhammad Djumpa, membuka Musyawarah Daerah (Musda) II Dewan Pengurus Daerah (DPD) Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia Kabupaten Kepulauan Aru, berlokasi di Beta Kafe, Kamis, (2/4)

Forum ini menjadi momentum krusial bagi organisasi setelah agenda tersebut sempat tertunda tiga kali sejak 2025 akibat persoalan internal.

Musda yang mengagendakan pemilihan Ketua Umum untuk periode empat tahun ke depan itu tidak sekadar forum rutin organisasi, tetapi juga menjadi ajang konsolidasi kekuatan internal BKPRMI di tengah tantangan regenerasi dan soliditas kader di daerah.

Dalam sambutannya, Wabup Muhammad Djumpa menegaskan, forum Musda merupakan mandat konstitusional organisasi sebagaimana diatur dalam AD/ART.

Ia menekankan pentingnya forum ini sebagai ruang evaluasi kepemimpinan sekaligus penentu arah strategis organisasi ke depan.

"Musda bukan sekadar formalitas, tetapi forum tertinggi untuk mengevaluasi kinerja dan menentukan kepemimpinan yang mampu menjawab kebutuhan umat," ujarnya 

Dirinya menyoroti posisi BKPRMI sebagai mitra strategis pemerintah daerah, khususnya dalam pembinaan generasi muda berbasis masjid. Menurutnya, organisasi kepemudaan Islam memiliki peran vital dalam menjaga keseimbangan sosial, terutama di tengah dinamika keberagaman di Kepulauan Aru.

Menurutnya Pemerintah daerah, lanjut Wabup, membuka peluang kolaborasi yang lebih luas, mulai dari penguatan ekonomi umat berbasis masjid hingga pengarusutamaan moderasi beragama sebagai upaya merawat kohesi sosial.

Muhammad mengingatkan, bahwa dinamika perbedaan pandangan dalam organisasi tidak boleh berujung pada fragmentasi internal.

"Perbedaan adalah hal yang wajar, tetapi jangan sampai melemahkan organisasi. Kedewasaan dalam bermusyawarah menjadi kunci untuk mencapai mufakat," tegasnya 

Senada Ketua DPD BKPRMI Kepulauan Aru, Alan Djilfufin menilai, Musda BKPRMI Aru, mengakui bahwa tertundanya Musda hingga tiga kali menjadi cerminan adanya tantangan internal yang perlu diselesaikan secara terbuka dan kolektif.

"Musda II ini mengemban misi rekonsiliasi untuk memulihkan soliditas organisasi sekaligus memperkuat posisi BKPRMI di ruang sosial-keagamaan daerah," ungkap Djilfufin

Djilfufin menilai, momentum ini harus di manfaatkan dan diperbaiki dalam menjawab Kepemimpinan ke depan untuk kepentingan Masyarakat.

"Momentum ini harus dimanfaatkan untuk memperbaiki internal organisasi. Kepemimpinan ke depan dituntut bekerja bukan untuk kepentingan pribadi, tetapi untuk menjaga marwah organisasi dan menjawab kebutuhan masyarakat," jelasnya 

Dia berharap, proses pemilihan kepengurusan berjalan demokratis dan mampu melahirkan figur pemimpin yang memiliki kapasitas, integritas, serta komitmen terhadap pengembangan pemuda masjid.

"Musda ini akan sangat menentukan arah BKPRMI Aru ke depan apakah mampu keluar dari dinamika internal atau justru kembali terjebak dalam konflik yang berulang," tutupnya 

Acara pembukaan turut dihadiri tokoh agama, organisasi kepemudaan, serta kader BKPRMI se-Kabupaten Kepulauan Aru.(KM-R4)