Pembukaan Turnamen Soekarno Cup Zona I Pulau Ambon dan P Lease di Lapangan Leasea, Halong.

Aris; Persaudaraan Harus Dijaga di Tengah Tingginya Rivalitas Soekarno Cup U-17 Zona Pulau Ambon

60

Katamaluku.com-Ambon: Turnamen sepak bola usia muda Liga Antar Kampung Soekarno Cup U-17 Zona Pulau Ambon dan P Lease resmi dihelat di Lapangan Lease Lantamal IX Halong, Sabtu, (16/5).

Sebanyak 11 tim ambil bagian dalam turnamen yang digagas PDI Perjuangan tersebut, yakni Matawaru FC, Sadara FC, Hatusela FC, Hatukau FC, Tawiri FC, Hative Kecil FC, PSA FC, Banten Hiterland FC, SSB Putra Awal FC, Kabaresi FC, dan Siloam FC.

Ketua Panitia Soekarno Cup U-17 Zona Pula Ambon dan P Lease, M Aris Soulisa menegaskan, tingginya persaingan dalam kompetisi akan memberikan ujian bagi pemain dan para supporter untuk menjaga persaudaraan dalam rivalitas.

"Kompetisi akar rumput tersebut tak hanya menjadi panggung pembinaan pemain muda, tetapi juga diuji sebagai ruang menjaga persaudaraan di tengah tingginya rivalitas antarsuporter," tegas Aris dalam sambutannya.

Menurutnya, kompetisi Liga Antar Kampung Soekarno Cup U-17  dapat menjadi sarana mempererat hubungan sosial antarwarga dan membangun karakter generasi muda melalui olahraga.

"Turnamen ini bukan hanya tentang sepak bola, tetapi juga bagaimana anak-anak muda belajar sportivitas, disiplin, dan menjaga persaudaraan," sebutnya. 

Sementara itu, Mewakili Ketua Asprov PSSI Maluku, Johan Rahantoknam mengaku, pelaksanaan kegiatan Turnamen Soekarno Cup U-17  mempertimbangan semua aspek, salah satunya adalah lokasi kegiatan berlangsung. Menurut Johan,  lapangan Lease Lantamal IX Halong sebagai tempat dilaksanakannya kegiatan tersebut karena faktor keamanan dan kenyamanan baik bagi pemain, supporter dan penyelenggara.

"Rekomendasi agar lapangan Lease Lantamal IX Halong digunakan dengan mempertimbangkan aspek keamanan dan pengawasan aparat," jelas Rahantoknam saat membuka turnamen tersebut.

Rahantoknam mengingatkan, seluruh pemain agar menjaga emosi dan menghindari tindakan provokatif selama pertandingan berlangsung.

"Kami ingin kompetisi ini menjadi ruang pembinaan yang sehat bagi anak-anak muda. Sepak bola harus melahirkan prestasi, bukan konflik," ungkapnya.

Dirinya mengingatkan seluruh perangkat pertandingan, khususnya wasit, agar memimpin laga secara profesional dan adil demi menjaga integritas kompetisi.

"Kualitas penyelenggaraan akan menentukan keberhasilan pembinaan sepak bola usia muda di Maluku," tuturnya 

Menurutnya, Soekarno Cup U-17 turut dipantau tim pencari bakat yang akan menjaring pemain potensial untuk mengikuti seleksi tingkat regional Maluku dan Maluku Utara. 

"Momentum itu dinilai penting karena kompetisi usia muda di daerah selama ini masih minim ruang pembinaan berkelanjutan," tutupnya . (KM-R4)