-
Discover
-
Spotlight
- Jelajahi Orang
Katamaluku.com 2026
Katamaluku.com–Dobo: Instruksi Bupati Kepulauan Aru tertanggal 12 Februari 2026 tidak berhenti di atas kertas. Sehari setelah surat pemberitahuan diterbitkan, jajaran Pemerintah Kabupaten Kepulauan Aru langsung mengimplementasi perintah melalui kerja bakti massal dalam program Jumat Bersih, Jumat, (13/2)
Titik kegiatan dipusatkan di kawasan Jembatan Gantung Sipur Pantai hingga lorong belakang Koramil, wilayah yang selama ini menjadi salah satu simpul aktivitas warga dan wajah pesisir Dobo.
Langkah cepat ini merupakan tindak lanjut arahan Bupati Kepulauan Aru, Timotius Kaidel, yang menekankan pentingnya peningkatan kebersihan, keindahan, dan kesehatan lingkungan sekaligus memperkuat sinergi lintas sektor.
Sejak pukul 08.00 WIT, jajaran Forkopimda, pimpinan OPD, TNI/Polri, BUMN/BUMD, instansi vertikal, camat, lurah, hingga ketua RT/RW bersama masyarakat turun langsung ke lapangan. Mereka membawa sapu lidi, karung, dan kantong plastik untuk mengangkut sampah yang menumpuk di sepanjang pesisir.
Pantauan Jurnalis Katamaluku.com di lokasi menunjukkan area yang sebelumnya dipenuhi sampah plastik, botol bekas, dan limbah rumah tangga dibersihkan secara gotong royong, sampah yang terkumpul kemudian diangkut ke titik pembuangan yang telah disiapkan.
Kawasan pesisir dipilih karena memiliki nilai strategis. Selain sebagai pusat aktivitas masyarakat, wilayah tersebut merepresentasikan citra Kabupaten Kepulauan Aru sebagai daerah maritim. Kondisi pesisir yang bersih dinilai menjadi indikator tata kelola lingkungan sekaligus daya tarik daerah.
Di sela kegiatan, Bupati Timotius Kaidel menegaskan bahwa gerakan ini tidak boleh dipandang sebagai agenda simbolik semata.
"Kebersihan dan keindahan adalah wajah daerah, jika kita ingin Aru maju dan menjadi daerah yang nyaman serta menarik, maka lingkungan harus tertata. Ini tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah," tegasnya.
Kaidel, juga menekankan konsistensi sebagai kunci. Aksi bersih, menurutnya, harus menjadi agenda rutin dan kebiasaan kolektif, bukan berhenti pada satu momentum.
Program Jumat Bersih diproyeksikan sebagai fondasi membangun budaya sadar lingkungan di tengah masyarakat kepulauan. Keterlibatan seluruh elemen pemerintahan dan warga menunjukkan upaya membangun disiplin kolektif dalam menjaga ruang publik.
Dengan eksekusi cepat dan partisipasi lintas sektor, Pemkab Aru mengirim pesan tegas, menjaga lingkungan bukan sekadar imbauan administratif, melainkan kewajiban bersama demi masa depan daerah yang lebih sehat, tertata, dan berdaya saing. (KM-A1)