-
Discover
-
Spotlight
- Jelajahi Orang
Katamaluku.com 2026

Katamaluku.com-Ambon: Sebagai 'gudang' talenta sepak bola, Provinsi Maluku rasannya belum serius menjadikan olah raga sikulit bundar sebagai ajang prestisius untuk merubah wajah pembangunan manusia dan peningkatan perekonomian masyarakat dari sektor keolahragaan. Diantara sejumlah Cabang Olah Raga (Cabor), Sepak Bola menjadi satu-satunya yang diminati hampir semua kelompok dan lapisan masyarakat.
Dari berbagai informasi dihimpun Redaksi Katamaluku.com, Provinsi Maluku sejak 2015 tak lagi menyuplai talenta-talenta muda potensial ke liga nasional maupun Timnas. Padahal dulu, setiap tahun, pemain-pemain asal Maluku menjadi pilar penting club-club Liga1 maupun Timnas Indonesia. Meski terjadi 'krisis' pembinaan, namun daerah seolah menutup mata dari situasi ini. Padahal, peranan pemerintah daerah sangat penting untuk mendorong pekembangan dan kemajuan para talenta sepak bola di Maluku.
Terputusnya regenerasi sepak bola Maluku hampir 11 tahun lamanya untuk berlaga diajang Nasional, sepertinya akan mendapat jawaban melalui kompentisi bergengsi yang digagas PDI Perjuangan. Sebelum, para 'gladiator' U-17 se-Indonesia akan berada pada tensi kompetisi Soekarno Cup Nasional di Surabaya, Jawa Timur pada Medio Agustus-September 2026 itu, setiap DPD diharuskan untuk melaksanakan kompetisi zona regional untuk mencari bibit terbaik yang akan mewakili daerah pada event tahunan tersebut.
Pada sesisi Press Conference di Markas Liga Antar Kampung U-17, Soekarno Cup Provinsi Maluku, Ketua Panitia, Alhidayat Wadjo menjelaskan, akhir April lalu pendaftaran turnamen telah dibuka pada empat zona. Zona penyelenggaraan turnamen yakni, Zona Pulau Ambon, Zona Kota Masohi-Seram Selatan, Zona Kabupaten Seram Bagian Timur dan Seram Utara serta Zona Kabupaten Seram Bagian Barat.
Berdasarkan laporan, sudah 72 tim yang terdaftar untuk empat zona. Setiap tim merupakan perwakilan desa/negeri di Maluku telah mendaftar.
"Proses pendaftaran telah ditutup, dan dari empat zona, yang mendaftar sebanyak 72 tim. Terbanyak Maluku Tengah, dengan peminat sebanyak 24 tim, Kota Ambon-Lease 16 tim, Seram Bagian Barat 16 tim dan Seram Bagian Timur 16 tim," kata Alhidayat, Jumat (8/Mei).
Dia mengaku, antusiasme peserta begitu besar untuk mengikuti Soekarno Cup. Sehari pasca pembukaan pendaftaran, pihaknya langsung melakukan closing,"Waktu pembukaan pendaftaran, sehari setelahnya langsung kita tutup. Karena peminatnya banyak sekali," bebernya.
Menurutnya, Soekarno Cup merupakan ajang yang diharapkan mampu menjadi wadah bagi tim-tim lokal di Maluku untuk menunjukkan kemampuan sekaligus menjaring bibit-bibit pesepak bola muda berbakat yang ada di bumi raja-raja. Dalam ketentuan, setiap skuad terdiri dari 25 pemain dengan kategori 18 orang U-17 dan 5 orang U-22.
"Total pemain 25 orang. Kategori U-17 delapan belas orang dan lima orang senior kategori U-22. Sesuai ketentuan, hanya 3 pemain senior yang bisa dimainkan. Kami juga menggunakan sistem konck out dalam kompetisi 2026," jelasnya singkat.
Wakil Ketua Bidang Pemuda dan Olah Raga DPD PDI Perjuangan Maluku itu juga menginformasikan lapangan pertandingan masing-masing zona. Untuk Zona Masohi-Seram Selatan pertandingan akan berlangsung di lapangan Polres Malteng, Seram Bagian Barat di lapangan Kairatu, Seram Bagian Timur di lapangan Bula Air dan Ambon-Lease di lapangan Kodaeral IX Halong Ambon.
"Masing-masing zona akan memperebutkan piala, bonus plus seleksi untuk masuk dalam tim yang nantinya berangkat mewakili Maluku di turnamen Soekarno Cup putaran nasional di Surabaya, Jawa Timur nanti," jelasnya
Alhidayat memastikan, Panitia Soekarno Cup Maluku akan membentuk tim scouting talent untuk memantau dan merekrut bakat-bakat terbaik selama kompetisi untuk mewakili Maluku di level Nasional.
"Kami akan menyampaikan kepada pimpinan untuk membentuk tim pemantau bakat. Ini sangat penting bagi proses seleksi bagi generasi muda Maluku agar bisa mewakili daerah dalam turnamen Soekarno Cup Nasional," tegas dia.
Ketua DPD PDI Perjuangan Maluku, Benhur G. Watubun mengatakan, pelaksanaan turnamen Soekarno Cup ini bertujuan untuk pembinaan talenta muda khususnya di bidang olah raga bola kaki.
"Kita punya harapan besar anak-anak Maluku punya prestasi gemilang di sepakbola. Makanya, PDI Perjuangan lewat instruksi DPP membuka turnamen yang skemanya dibuat dengan pertandingan antar kampung. Disini akan ada tim scouting untuk menyeleksi anak-anak," ujarnya
Benhur berharap, dengan liga antar kampung ini, dapat mendorong pihak lainnya di Maluku untuk dapat memasyarakatkan olahraga yang lebih baik lagi kepada anak-anak muda di Maluku.
"Apalagi ditengah situasi global yang begitu banyak masalah ini, kita harap semua elemen dapat berpartisipasi melakukan kegiatan-kegiatan positif di tengah-tengah masyarakat," tutup Benhur. (KM-A1)