-
Discover
-
Spotlight
- Jelajahi Orang
Katamaluku.com 2026






Katamaluku.com–Ambon: Pengajian rutin di Masjid Al-Ittihad, Markas Kodam XV/Pattimura penuh dengan pesan keagamaan yang kuat dan kontekstual di tengah derasnya perubahan zaman.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku, H. Yamin, menyampaikan ceramah bertema penguatan iman dan amal di era disrupsi di hadapan Pangdam XV/Pattimura Mayjen TNI Putranto Gatot Sri Handoyo beserta jajaran prajurit Muslim, Jumat, (20/2)
Dalam tausiyahnya, Yamin menekankan bahwa iman tidak berhenti pada pengakuan verbal. Pentingnya menjadikan iman sebagai fondasi utama dalam menghadapi tantangan teknologi, ekonomi, serta dinamika sosial keagamaan yang terus berubah.
"Iman harus terucap dengan lisan, diyakini dalam hati, dan terbukti dalam perbuatan. Tidak cukup hanya dibicarakan, tetapi harus diamalkan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari," ujarnya kepada Jamaah
Ia menyebut bulan Ramadhan sebagai momentum paling otentik untuk menguji kualitas keimanan. Mengutip hadis qudsi tentang puasa, Yamin mengingatkan bahwa ibadah tersebut memiliki dimensi spiritual yang sangat personal antara hamba dan Tuhannya.
"Puasa melatih kejujuran dan integritas. Allah tidak membutuhkan apa pun dari manusia, tetapi memerintahkan puasa sebagai bentuk ketaatan yang langsung dinilai oleh-Nya. Di situlah letak kemuliaannya," jelasnya
Yamin menggarisbawahi bahwa era disrupsi menghadirkan dua sisi sekaligus: kemudahan dan ancaman. Perkembangan teknologi mempercepat arus informasi, tetapi juga membuka ruang penyebaran hoaks dan provokasi.
"Disrupsi teknologi membuat informasi menyebar tanpa batas. Disrupsi ekonomi mengubah orientasi hidup menjadi serba material. Bahkan pendidikan dan agama pun mengalami perubahan cepat. Tanpa iman yang kokoh, manusia mudah kehilangan arah," tegasnya
Ia menambahkan, ibadah di era digital harus berdampak sosial dan membentuk karakter. Bagi prajurit, nilai-nilai disiplin, tangguh, jujur, dan berintegritas tidak hanya menjadi tuntutan profesional, tetapi juga bagian dari manifestasi keimanan.
Secara khusus, Yamin mengingatkan bahaya penyalahgunaan media sosial selama bulan suci. Menurutnya, menjaga lisan di era digital juga berarti menjaga unggahan, komentar, dan pesan yang dibagikan.
"Ramadhan adalah bulan damai. Jangan nodai dengan menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya. Saring sebelum sharing. Tahan jari, jaga hati," ungkapnya
Ia menekankan bahwa dosa di era modern tidak hanya lahir dari ucapan, tetapi juga dari ketikan di gawai. Kontrol diri, lanjutnya, merupakan bagian integral dari iman.
Pengajian berlangsung khidmat dan mendapat respons antusias dari jamaah. Kehadiran Pangdam XV/Pattimura bersama jajaran prajurit dinilai sebagai wujud komitmen membangun spiritualitas internal sebagai bagian dari penguatan ketahanan moral institusi dan bangsa.
Menutup ceramahnya, Yamin mengajak seluruh hadirin menjadikan Ramadhan sebagai titik balik pembaruan diri.
"Iman bukan sekadar diucapkan, tetapi harus tertanam dan terbukti. Dari masjid ini, kita kirim pesan damai untuk Maluku dan Indonesia," tutupnya. (KM-R4)
